Archives

All posts by thiara0910

Seminar Keuangan Islam Pertama di Korea

Published February 14, 2010 by thiara0910


JAKARTA – Islamic Financial Service Board atau Dewan Layanan Keuangan Islam (IFSB) pada awal tahun 2009 nanti, tepatnya 13-14 Januari, akan menyelenggarakan seminar pertama kali di Korea dengan topik utama “Keuangan Islami’.

Seminar yang akan diselenggarakan bersama Komisi Pengawasan Keuangan Korea, bertujuan menciptakan kesadaran akan keuangan Islami, sesuatu yang masih agak asing di kalangan komunitas keuangan, sekaligus menggarap potensi di negeri gingseng tersebut.

Menurut rilis pers yang diterima Republika Online melalui sekretariat IFSB, seminar nanti akan mendiskusikan lima tema besar yang dibagi tiga tema di hari pertama dan dua tema di hari kedua seminar.

Tiga tema untuk seminar tanggal 13 Januari yakni, ulasan mengenai Industri Layanan Keuangan Islam (IFSI) dari prespektif regulator, masalah operasional dan struktur bisnis untuk mengawali unit layanan keuangan Islami, dan isu terkini dalam IFSI yang terkait syariah, legal dan peringkat.

Sedangkan di hari kedua, peserta seminar akan diajak lebih jauh mendalami layanan keuangan Islami melalui studi kasus dan penerbitan Sukuk, dan karena seminar tersebut dilaksanakan di Korea, maka tema terakhir menyoal tentang tantangan dan kesempatan keuangan Islami di negara tersebut.

Pembicara yang direncanakan hadir mengisi seminar memiliki latar belakang pemegang kunci dan posisi penting dalam keuangan. Di antaranya, Rifaat Ahmed Abel Karim, sekretaris jenderal IFSB, Tai Boon Leong, direktur eksekutif Otoritas Moneter Singapura, Etsuaki Yoshida, tokoh perbankan Jepang, Manfred Dirrheimer, Kepala Grup FWU, Jerman, David Testa, CEO Gatehouse Bank dari Inggris, dan banyak lagi.

Melihat tema yang disodorkan dan para pembicara, seminar ini memang menargetkan para penentu kebijakan, lembaga pengawas keuangan, pelaku keuangan, para pengusaha kunci, dan akademisi sebagai peserta. Sebab merekalah yang akan memfasilitasi industri keuangan Islam global ke depan.

Apalagi sistem keuangan Islami menjadi salah satu sektor yang tumbuh cepat dalam industri keuangan global. Industri perbankan Islam yang telah mulai hampir tiga dekade lalu telah menciptakan pertumbuhan nyata dan menarik perhatian investor dan bankir di seluruh dunia.

Saat ini ada sekitar 300 perbankan dan institusi keuangan Islami yang tersebar di seluruh dua dengan prediksi perkembangan total aset mencapai 1 triliun dolar pada tahun 2013 nanti.

Alasan itu pula yang membuat IFSB merasa perlu menyelenggarakan seminar di Korea, terutama bagi yang ingin berkerjasama dengan pemain besar pasar, perusahaan multi-nasional, dan aktivitas alih perbatasan yang beralih pada tren keuangan Islami.

Hal menariknya, partisipasi dari seminar tak dipungut biaya, alias gratis. Untuk ikut cukup mendaftar saja. Hanya saja karena tempat terbatas, maka siapa cepat dia dapat. Menurut panitia pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui situs mereka www.ifsb.org/korea. /it

Cyberpreneurship

Published December 12, 2009 by thiara0910

kuliah hari Rabu,02 Des 2009

Materi : PPC Indonesia
diantaranya:
*kliksaya.com
*kumpulblogger.com
*adsentra.com
*adsensecamp.com
untuk memiliki halaman internet perlu disiapkan:
1. Domain Name
2. Webhosting
3. Content

kuliah pengganti hari Senin,07 Des 2009
Localserver directory=public HTML
php myadmin gunanya untuk mengatur database
Hubungan Database dan tabel adalah tabel tidak akan bisa terbentuk tanpa adanya Database
Funtastico gunanya untuk menginstal website secara instan dan online

Kuliah hari Rabu,09 Des 2009
membuat wordpress online:
1. Mengupload filezillaFTP(FTP clien gunanya untuk mengatur & mengelolah file ke server)
2. Masuk ke alamat domain kemudian cPanel
3. Masukkan user dan password
4. Maka akan muncul cPanel halaman utama
5. Masuk ke manajemen situs, ingat port “21″ lalu klik connect
6. Pilih Fantastico
7. Pilih wordpress lalu klik new instalation (2.6.3)
8. Install on domain, isikan nama site
9. directory “blog”
10. Admin accsess data : – Admin(user)
– admin(pass)
11. Base configuration isi : – Admin nick name
– E-mail
– Site name
– Description
12. install wordpress
13. sudah DAM database secara otomatis
14. finish installation

SEO (Search Engine Opimization)

Published November 18, 2009 by thiara0910

materi kuliah hari ini, tanggal 18 november 2009
tentang SEO…
SEO adalah pengetahuan yang mempelajari cara” agar website atau blog kita terlacak di search engine..
4 langkah SEO:
1. Tetapkan tema website/blog anda
2. Daftarkan ke search engine
3. Daftarkan ke site map
4. Voting artikel yang berhubungan dengan keyword
Jika ingin terlisting dengan mudah di seacrh engine caranya dengan mengurangai tampilan yang fullflash.
SEO dibagi 2:
1. Onpage SEO, kemampuan memodifikasi link
2. Offpage SEO, kemampuan untuk memperbanyak popularitas link

Hasil discuss cyber

Published October 28, 2009 by thiara0910

Ada suata cara untuk mengetahui peluang bisnis pa yang sedang trend dan mudah dicari di search engine…
yaitu : pertama kita ke google trend u/ mengetahui peluang bisnis pa yang sedang trend dan banyak dicari…
lalu kita lanjutkan ke keyword u/ mengeceknya di search engine yang ada di google,,,

Dr Ali Ann Sun Gun: Kegiatan Dakwah di Korsel Sangat Intens

Published October 24, 2009 by thiara0910

By Republika Newsroom
Senin, 29 Desember 2008 pukul 16:39:00
Font Size A A A
Email EMAIL
Print PRINT
Facebook
Bookmark and Share

Geliat dakwah di negeri Ginseng, Korea Selatan, dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang menggembirakan. Menurut Dr Ali Ann Sun Gun, dosen Methodologi Dakwah dan Kewirausahaan pada UIA (Universitas Islam As-Syafi’iyah) dan UIN (Universitas Islam Negeri) Syarif Hidayatullah Jakarta, saat ini, tak kurang dari 30 ribu warga Korea Selatan telah memeluk agama Islam.

Semangat keagamaan juga sudah sangat terasa. Mulai dari diskusi, pengajian serta kegiatan dakwah lainnya di berbagai masjid yang ada di kota-kota besar Korea Selatan seperti di Seoul dan Busan. ”Sekarang perkembangan Islam di Korea Selatan sangat menggembirakan,” ujarnya.

Berikut ini petikan wawancara wartawan Republika, Damanhuri Zuhri, dengan Dr Ali yang sehari-hari mengajar bahasa Indonesia dan Budaya Indonesia pada Asosiasi Korea Selatan di Indonesia tentang semangat dakwah Islam di Korea Selatan:

Kabarnya perkembangan islam di negeri Anda cukup menggembirakan ya?
Dibanding dasawarsa lalu, sekarang perkembangan Islam di Korea Selatan itu cukup bergeliat. Dakwah Islam semakin intens sejak tahun 1955 setelah perang antara Korea Selatan dan Korea Utara. Pada saat itu, banyak Muslim asal Turki yang turut bergabung sebagai tentara penjaga perdamaian Persatuan Bangsa-bangsa. Merekalah yang pertama memasukkan agama Islam di Korea lewat seorang pendakwah bernama Zubaid Khozi. Beliau asli Turki dan yang mengembangkan agama Islam di semenanjung Korea. Islam masuk ke Korea itu juga didukung oleh penduduk Korea. Orang Korea yang masuk Islam pertama kali bernama Muhammad Jun Du Young, beliau adalah sebagai Muslim Korea pertama yang memimpin agama Islam di Korea Selatan.

Mulai saat itu berkembang sampai sekarang sekitar 30 ribu orang sudah menganut agama Islam dan lebih dari tujuh buah masjid berada di Korea. Pertama-tama di tengah-tengah kota Seoul persisnya di Halam Dong I Ceon. Itu merupakan masjid terbesar di Korea. Bahkan juga berdiri masjid di kota kedua yakni Busan persisnya di Tze Cu, Kwang Zu, dan Anyang. Lebih dari tujuh masjid di Korea kegiatan keislamannya bergeliat. Sekarang kegiatan dakwah Islam cukup pesat melalui pendidikan, jurusan bahasa Arab, bahasa Indonesia, dan jurusan Timur Tengah serta Asia Timur.

Banyaknya tenaga-tenaga kerja ahli yang datang dari berbagai macam negara termasuk Indonesia, Bangladesh, Pakistan, dan India juga turut menyuburkan perkembangan Islam. Waktu peristiwa WTC 11 September 2001, Osama bin Laden sangat dikenal, bahwa Islam itu adalah dalam pengertian teroris sehingga orang-orang Korea mulai perhatian mempelajari tentang agama Islam dan mulai mendalaminya. Kini agama Islam itu tidak asing lagi.

Bagaimana warga Korea Selatan bisa menerima Islam?
Dulu ada kesalahan bahwa Islam itu adalah pedang di tangan kiri dan Alquran di tangan kanan. Itu pemahaman yang jelas-jelas salah. Tetapi sekarang sudah mulai mengerti, memahami sehingga agama Islam sangat berkesan. Pada tahun 1980-an orang Korea banyak yang bekerja di luar negeri khususnya di Timur Tengah sehingga selain bekerja, mereka juga mempelajari Islam. Begitu kembali ke Korea, mereka menyebarkan agama Islam kepada warga setempat. Kita lihat, masjid Korea mencontoh masjid di zaman Rasulullah. Berada di tengah-tengah kota Seoul, lantai pertamanya tempat perdagangan dan bisnis, lantai kedua sebagai masjid atau tempat shalat, dan lantai ketiga untuk jamaah wanita.

Ada pihak-pihak tertentu atau lembaga yang membantu dana untuk tersebarnya Islam di sana?
Sumber dana diperoleh secara mandiri, bukan sumbangan. Kita mendirikan kios-kios atau suatu kegiatan ekonomi. Ada toko di Harai untuk menyembelih daging halal dan dijual kepada orang-orang Islam. Kegiatan itu diadakan oleh Federasi Muslim Korea. Dana diperuntukkan bagi kegiatan dakwah yang dikoordinasi masjid Korea yang berada di I Ce Won. Di masjid itu memiliki muadzin dari Indonesia. Selain itu ada ulama asal Thailand yang memberikan ceramah yang bernama Abdul Rosyid yang mengajarkan agama Islam di Korea bahkan beliau fasih berbahasa Korea. Agama Islam disebarkan kepada masyarakat Korea dengan cara adaptasi sesuai dengan budaya mereka.

Federasi Muslim Korea juga mengirimkan beberapa mahasiswa untuk menimba ilmu di manca negara antara lain di negara-negara Islam Timur Tengah di Arab Saudi, Marokko, Malaysia, termasuk Indonesia. Lebih dari 13 Muslim Korea dikirim ke Indonesia tahun 1983 untuk mendalami Islam. Di IAIN Jakarta tahun 1984 lebih dari 9 orang Korea tercatat sebagai mahasiswa baru.

Barangkali yang menarik di Korea, orang-orang yang sudah belajar agama Islam di luar negeri, ketika kembali ke Korea Selatan mereka giat menyebarkan dakwah Islam. Walau jumlah kami hanya 30 ribu, tetapi kegiatan dakwahnya sangat intens. Kita mengutamakan dakwah bilhal (dakwah dengan perbuatan).

Penulis : dam
REPUBLIKA – Jumat, 01 Desember 2006

kuliah cyber

Published October 10, 2009 by thiara0910

Cyberpreneur atau infopreneur adalah orang yang bisnia utamanya adalah berbagi dan menjual informasi elektronik -membuat blog atau website
- memasarkan produk sendiri / orang lain
Umumnya adalah seorang enterpreneur yang menghasilkan uang dengan cara menjual informasi melalui internet.
Profesi ini sudah ada sebelum internet berkembang pesat. Biasanya mereka menjual informasi melalui audio cd, cd rom, video, talkshow, conference.
Dengan adanya internet, mereka bisa menjual informasi melalui internet.
Pangsa pasar yang lenih luas karena internet bisa diakses dari seluruh dunia.

http://indonetasia.com/definisionline/?tag=definisi-cyberpreneur

Museum Fossil di Korea Selatan

Published September 20, 2009 by thiara0910
Museum Fossil di Korea Selatan PDF Cetak E-mail

(6 votes)

Menjelang akhir liburan musim dingin ini, setelah seluruh kegiatan semester pendek selesai, saya di ajak jalan-jalan oleh keluarga Korea saya ke daerah-daerah pantai di Korea. Mulai dari Yeongdeok, Yeongyang, Pohang, Ganggu, Andong dan daerah-daerah sekitar itu.

Kami, omma ( mom ), appa ( dad ) dan adik perempuan Korea, bepergian naik mobil pribadi, supaya lebih bebas kalau mau pergi ke mana-mana. Kami menghabiskan waktu selama 5 hari.

Salah satu tempat wisata yang paling menarik, yang kami kunjungi adalah Gyung Bo Museum Fossil di daerah Ganggu, wilayah Gyeongsang-Buk-Do, diantara Yeongdeok dan Pohang. 5 Menit dari Pantai Jangsa.

Di museum ini, kita bisa melihat banyak sekali fosil dari berbagai jaman. Menurut informasi, jumlah fosilnya mencapai 2500 buah, dari 30 negara, termasuk Korea tentu saja.

Koleksinya terdiri dari fosil mineral, batu-batuan mulia, tanaman, kayu, binatang laut, sampai gading mammoth dan telur dinosaurus. Dalam museum yang lumayan luas dan bersih sekali ini, ruangannya di bagi menjadi 2 pavilion dan satu outdoor area.

Pavilion 1 isinya berupa fosil-fosil dari masa Paleozoik, Mesozoik dan Cenozoik. Terdiri dari berbagai macam fosil mineral, binatang laut, termasuk diantaranya kerang raksasa, dan berbagai batuan.

Saya juga melihat ada fosil binatang yang menurut saya seperti mimi lan mintuna ( binatang laut yang dalam cerita Jawa termasuk binatang yang sangat setia pada pasangannya, sehingga kalau ada yang menikah, selalu di sertai doa semoga selalu rukun seperti mimi dan mintuna, yang maksudnya semoga selalu rukun dan setia pada pasangan sampai akhir hayat ).

Koleksi tersebut di display rapi dalam lemari kaca, dengan spot light dan keterangan yang sangat lengkap. Kerang raksasa dan beberapa fosil batu di letakkan di luar lemari kaca, namun di beri tali pengaman, sehingga tidak bisa di sentuh.

Ruangan yang sejuk, terang dan nyaman membuat saya betah mengamati setiap koleksi dengan cermat dan membuat foto-foto serta mencatat berbagai keterangan. Tidak ada petugas yang membuntuti kami, sehingga kami dengan bebas bisa berkeliling.

Sementara lagu klasik mengiringi langkah kami. Dan karena tidak ada larangan untuk memotret, jadi saya bisa dengan leluasa memotret. Ada juga satu bagian yang menunjukkan perbedaan fosil asli dengan fosil buatan yang sangat sempurna. Bagi saya yang orang awam dengan fosil, tentu saja tidak bisa membedakan, kalau tanpa keterangan.

Di pavilion ini kita juga bisa melihat beberapa macam jenis mata uang, termasuk diantaranya mata uang kertas dari Papua New Guinea, Bermuda, Zaire dan negara lainnya. Ada 16 jenis mata uang kertas dari 8 negara Eropa, 4 negara Asia dan 4 negara Amerika.

Pavilion 2 isinya berupa fosil tanaman. Yang terdiri dari 150 item. Terdiri dari berbagai ukuran dan jenis. Ada yang besar-besar, ada juga yang sepotong kecil, di letakkan dalam lemari kaca. Juga berbagai jenis amber, ada juga fosil daun, bunga dan buah. Seperti misalnya buah pinus.

Out door Pavilion berisi segala macam jenis fosil kayu dalam ukuran yang lumayan besar, sebanyak 100 jenis. Yang menarik adalah karena fosil kayu tersebut berupa perbandingan fosil kayu dari daerah Pohang ( Korea Selatan ) dengan fosil kayu dari berbagai negara lain. Dan di tata dalam display yang serupa dengan karya pameran patung. Bagus sekali.

Udara dingin tidak mempengaruhi saya untuk menikmati fosil-fosil kayu yang menarik tersebut. Tentu saja sambil berfoto-fotoria diantara para fosil tersebut.

Harga tiket masuk museum ini tidak terlalu mahal, yaitu 3000 won untuk dewasa perorangan ( jika kelompok hanya 2500 won), 1500 untuk pelajar smp dan smu ( jika rombongan hanya 1000 won ), dan anak-anak di bawah usia 5 tahun atau anak sd tiketnya seharga 1000 won ( jika rombongan hanya 700 won).

Murah sekali, mengingat koleksinya yang luar biasa, penataan dan pemeliharaan yang teliti dan sungguh-sungguh serta manfaat yang bisa di dapatkan dari museum tersebut. Para pegawainya masih muda dan ramah, murah senyum dan siap menerangkan segala sesuatu jika kita menanyakan sesuatu.

Di luar pavilion ada restauran kecil, di mana kita bisa menikmati berbagai macam makanan, dan juga menjual makanan ringan, minuman, ice cream dan souvenir. Makanan tidak boleh di bawa masuk ke dalam pavilion. Dan harga souvenir sangat mahal. Terus terang saya tidak tertarik membelinya. Karena harga satu pin kecil saya 6000 won. Wah, tidaklah. Foto-foto yang saya buat cukup jadi souvenir berharga buat saya.

Menurut sejarahnya, museum ini awalnya adalah koleksi pribadi dari Mr. Kang-Hae Jung, yang menjadi kolektor fosil amatir selama 30 tahun. Pada mulanya, mengkoleksi fosil adalah sekedar hobi saja, namun kemudian berkembang menjadi lebih serius.

Dari museum pribadi, berubah menjadi museum untuk kalangan umum, yang di buka pada 26 Juni 1996. Bahkan pavilion 2 baru di buka pada tanggal 6 Juni 1998.

Museum ini termasuk dalam kategori museum fosil kelas utama ( Registration No. 84) dan termasuk sebagai private museum, meskipun terbuka untuk umum.

Slogan museum ini adalah : “The globe history which is sees with the fossil” Museum ini tidak punya hari libur, artinya buka sepanjang masa. Jam bukanya adalah jam 8 pagi sampai jam 7 malam, di hari-hari biasa.

Sedangkan di akhir pekan buka dari jam 8 pagi sampai jam 8 malam. Untuk musim liburan ( sekitar tanggal 20 Juli sampai 15 Agustus ) malah lebih panjang lagi jam bukanya, yaitu mulai dari jam 7 pagi sampai jam 8 malam, pagi banget ya….

Wah, pokoknya menikmati museum ini adalah kesenangan tersendiri buat saya, yang memang pada dasarnya menyukai kunjungan museum. Jaman saya masih kecil dulu, sering diajak mamah almarhumah mengunjungi museum Sono Budaya di Jogja, museum Radya Pustaka di Solo, museum Wayang, museum Batik, museum Biologi, dan lain-lain.

Setelah saya bertambah usia, dan sering jalan-jalan sendiri, semakin banyak museum yang saya kunjungi, baik di dalam negeri, maupun di luar negeri ( diantaranya Mercedes-Benz Museum di Stuttgart, Jerman, museum patung Lehmbruck-Museum di Duisburg, Jerman dan Nationalmuseum = National Museum of Fine Arts di Stockholm yang tiga-tiganya belum lama ini saya kunjungi).

Di Korea kegemaran saya mendatangi museum pun terpuaskan. Diantaranya museum Kimchi ( karena Korea memang identik dengan kimchi, makanya saya sempatkan mengunjungi museum kimchi, lain kali saya pasti berbagi cerita tentang museum ini ).

Pada waktu saya mengunjungi museum fosil ini, ada juga dua keluarga yang datang mengunjungi. Salah satu keluarga terdiri dari ayah, ibu dan dua orang anak kecil usia SD, yang dengan antusiasnya bertanya ini-itu kepada orang tuanya. Si bapak dengan sabar menjawab satu persatu pertanyaan ke dua anak tersebut, yang kadang-kadang lucu dan sulit di jawab.

Saya yang sempat nguping, jadi suka geli sendiri mendengar pertanyaan-pertanyaan tersebut. Sedang rombongan keluarga lainnya terdiri dari ayah, ibu, dua anak perempuan remaja, satu sepupu perempuan juga, usia anak smu ( kira-kira ) dan ayah si sepupu – wah ternyata saya ini mau tahu urusan orang juga ya, sampai segitu telitinya merhatiin mereka, hihihiiii… Habis mereka ngomongnya rame banget sih.

Rasa ketertarikan mereka terhadap isi museum itu lah yang sebenarnya mula-mula menarik perhatian saya terhadap kedua rombongan tersebut. Tapi ternyata rombongan kami pun cukup menarik perhatian mereka, karena kebetulan rombongan kami yang ayah-ibunya punya 2 anak dewasa dan salah satunya orang asing ( saya ).

Kunjungan selama hampir 2 jam itu benar-benar mengesankan buat saya. Selama ini saya lebih banyak mengunjungi museum-museum budaya atau yang berkenaan dengan seni. Baru sekali ini mengunjungi museum fosil seperti itu. Thanx mom and dad

Penulis : Sekar

Peta Lokasi :
<b>JavaScript must be enabled in order for you to use Google Maps.</b> <br/> However, it seems JavaScript is either disabled or not supported by your browser. <br/> To view Google Maps, enable JavaScript by changing your browser options, and then try again.

Data peta ©2009 SK M&C – Syarat Penggunaan
Peta
Satelit
Hibrida

// <![CDATA[// 0) {
clearInterval(tstint146_3yyps_0);
getMap146_3yyps_0();
tst146_3yyps_0.setAttribute("refreshMap", 1);
}
}
}
function getMap146_3yyps_0(){
if (tst146_3yyps_0.offsetWidth > 0) {
map146_3yyps_0 = new GMap2(document.getElementById('googlemap146_3yyps_0'));
map146_3yyps_0.getContainer().style.overflow='hidden'; ;
map146_3yyps_0.addControl(new GLargeMapControl());map146_3yyps_0.addControl(new GMapTypeControl());var point = new GLatLng( 36.39738888888889, 128.987675);map146_3yyps_0.setCenter(point, 7);
map146_3yyps_0.setMapType(G_NORMAL_MAP);
map146_3yyps_0.disableContinuousZoom();
map146_3yyps_0.disableDoubleClickZoom();
var marker146_3yyps_0 = new GMarker(point);map146_3yyps_0.addOverlay(marker146_3yyps_0);
GEvent.addListener(marker146_3yyps_0, 'click', function() {
marker146_3yyps_0.openInfoWindowHtml("Gyeongsangbuk-do, South Korea");
});
}
}
// ]]> // <![CDATA[//

Salam hangat dari Liburan.Info…

Salam Liburan Indonesia…

sumber : http://liburan.info/content/

Ramadhan di Korea Selatan, Masjid Sentral Penuh dengan Jamaah

Published September 10, 2009 by thiara0910

Seid Issdram asal Maroko, bekerja di dekat Provinsi Gyeonggi. Ia harus menempuh perjalanan sekitar satu setengah jam setiap hari ke kota Seoul agar bisa menjalankan salat tarawih berjamaah di Masjid Sentral.
muslimkorea
Seperti masyarakat Muslim lainnya di seluruh dunia, warga Muslim di Korea Selatan mengisi ibadah puasa Ramadhan dengan memperbanyak membaca al-Quran dan berkumpul di masjid-masjid, terutama pada petang hari menjelang berbuka puasa sampai pelaksanaan salat tarawih.

Pemandangan seperti ini terlihat di Masjid Sentral yang terletak di jantung kota Seoul, ibukota Korea Selatan. Setiap petang masjid ini dipadati ratusan jamaah dari berbagai usia, baik warga Muslim Korea maupun warga negara asing. Saking banyaknya, jamaah bahkan meluber sampai ke luar gedung masjid, sehingga tak jarang mengundang perhatian warga lokal.

Seorang jamaah bernama Zain, asal Pakistan mengatakan, ia selalu menyempatkan diri datang ke Masjid Sentral meski untuk itu ia harus menutup tokonya di kawasan Itaetown. Jamaah lainnya, Seid Issdram asal Maroko yang bekerja di dekat Provinsi Gyeonggi. Ia harus menempuh perjalanan sekitar satu setengah jam setiap hari ke kota Seoul agar bisa menjalankan salat tarawih berjamaah di Masjid Sentral.

Suasana akrab penuh persaudaraan begitu terasa, para jamaah yang datang meski tak saling kenal saling mengucapkan salam. Tak ketinggal para Muslimah berjilbab, banyak juga yang datang ke masjid sementara anak-anak mereka dibiarkan bermain di halaman masjid.

Menurut data Korea Muslim Federation (KMF) yang dibentuk sejak tahun 1967, di Korea Selatan terdapat 120.000-130.000 Muslim, baik dari orang Korea asli maupun warga negara asing. Imigran Muslim di Korea Selatan, kebanyakan berasal dari Pakistan dan Bangladesh. Sementara warga Korea asli yang memeluk Islam jumahnya sekitar 35.000 orang.

Meski demikian, masih banyak masyarakat Korea yang tidak mengetahui bahwa saat ini umat Islam sedang menjalankan ibadah puasa bulan Ramadhan, ibadah puasa yang hukumnya wajid bagi umat Islam.

Seorang remaja Muslim bernama Ahn Tae-hwan bercerita, teman-temannya sering bertanya mengapa ia tidak makan apapun selama beberapa hari ini. Tae-hwan tidak mengatakan bahwa ia sedang puasa bulan Ramadhan, tapi menjawab pertanyaan teman-temannya itu dengan mengatakan bahwa ia sedang diet.

Pemuda Muslim bernama Sun Ju-young mengaku kesulitan untuk memberikan pemahaman pada teman-temannya mengapa ia tidak makan daging babi atau tidak minum alkohol, ketika ia dan teman-temannya sedang jalan-jalan bersama. Teman-teman Ju-young berpikir bahwa ia alergi dengan makanan-makanan itu.

Ali Ahmad, mahasiswa asal Mesir yang sedang kuliah di Seoul National University mengungkapkan, masyarakat Korea tidak banyak tahu tentang Islam. Muslim lainnya, Seid menambahkan, “Banyak orang-orang Korea yang berpandangan negatif pada Muslim, karena sering melihat pemberitaan-pemberitaan tentang terorisme.”

Pendapat itu dibenarkan Lee Ju-hwa, Sekretaris Jenderal KMF. “Masyarakat Korea selayaknya tidak berprasangka buruk terhadap Muslim dan mengakui fakta bahwa Muslim adalah bagian dari masyarakat Korea yang hidup dan bekerja di satu negara yang sama, ” ujarnya. (ln/iol)

sumber : http://www.eramuslim.com/berita/ramadhan-mancanegara

Geliat Islam Di Korea Selatan

Published September 10, 2009 by thiara0910

Terletak di kawasan timur Asia, Korea Selatan adalah negeri dengan penduduk yang menganut banyak agama dan kepercayaan. Dengan luas wilayah 99.274 km² dan populasi 48.539.493 sensus (hasil tahun 2006) Korea selatan masuk dalam daftar negara Asia Timur yang maju secara ekonomi dan industri.

Korea Selatan dengan ibukota Seoul secara geografis terletak di Semenanjung Korea, di wilayah Asia Timur. Di sebelah utara, negara ini berbatasan dengan Korea Utara. Dua Korea sebelum tahun 1948 adalah satu negara. Jepang berada di seberang Laut Jepang (disebut “Laut Timur” oleh orang-orang Korea) dan Selat Korea berada di bagian tenggara.

Pendapatan perkapita di negara ini di atas 17 ribu USD dan berarti masuk dalam kategori negara dengan ekonomi stabil. Korea Selatan dikenal sebagai salah satu dari empat Macan Asia Timur. Negara ini telah mencapai rekor pertumbuhan memukau yang membuatnya menempati posisi ekonomi terbesar ke-12 di seluruh dunia. Padahal berakhirnya PDII, PDB per kapita kira-kira sama dengan negara miskin lainnya di Afrika dan Asia. Kondisi itu diperparah dengan meletusnya Perang Korea. Namun kini PDB per kapita kira-kira 20 kali lipat dari Korea Utara dan sama dengan ekonomi-ekonomi menengah di Uni Eropa. Tahun 2004, Korea Selatan bergabung dengan klub dunia ekonomi trilyun dolar.

Korea Selatan merupakan pemimpin dalam akses internet kecepatan-tinggi, semikonduktor memori, monitor layar-datar dan telepon genggam. Dari sisi industri Korea Selatan menempati urutan pertama dalam pembuatan kapal, ketiga dalam produksi ban, keempat dalam serat sintetis, kelima dalam otomotif dan keenam dalam baja. Secara lahiriyah, negara ini boleh dibilang makmur dengan pendapatan perkapita yang tinggi, tingkat pengangguran rendah, dan pendistribusian pendapatan yang relatif merata.

Di tengah gemerlap materi, di Korea Selatan Islam mulai tumbuh dan dikenal. Agama ilahi yang dibawa oleh utusan Allah terakhir, Rasulullah Muhammad SAW, ini mulai menapakkan kaki di Korea Selatan di saat negeri itu dilanda perang. Islam dikenalkan kepada warga sana oleh dua tentara asal Turki bernama Zubercoch dan Abdul Rahman yang ikut dalam barisan pasukan penjaga perdamaian di bawah payung PBB. Beberapa warga Korea yang tinggal di kamp-kamp penampungan berikrar masuk Islam setelah mendengarkan penjelasan dari kedua tentara Turki itu.

Kini dakwah Islam dan perkembangan agama suci ini di Korea Selatan cukup pesat. Itu terlihat dari mulai banyaknya masjid-masjid dan mushalla yang berdiri di sana. Ahmad Cho Min-Haeng, Wakil Ketua Persatuan Islam Korea (KMF) menyatakan cukup bangga dengan perkembangan Islam di negaranya. Saat ini sekitar 10 masjid dan lebih dari 50 mushalla telah berdiri di negeri yang baru disinggahi oleh Islam sekitar 60 tahun lalu. Menurutnya, jumlah warga Muslim di Korea Selatan mencapai sekitar 100 ribu jiwa. Mereka hidup di sebuah negeri yang 50 persen warganya tidak beragama, sementara 23 persen memeluk agama Budha.

Ahmad menjelaskan bahwa sebagian masjid dibangun oleh para pendatang dari negara Arab, Pakistan dan Bangladesh. Dengan adanya masjid, identitas warga Muslim di negeri ini dapat diketahui dan masjid sebagai lambang keagungan Islam dan kekuatan umat menjadi pusat rujukan masyarakat Muslim yang ingin menanyakan masalah agama. Di kota-kota besar seperti Busan, Ansan, Paju, Bupyeong dan Jeonju dapat dijumpai masjid. Masjid juga dibangun di Central Seoul di Itaewon.

Selain masjid, warga Muslim Korea Selatan juga mendirikan pusat-pusat pendidikan Islam. Bagi warga Muslim yang ikngin mendalami ajaran agamanya, dapat mengunjungi pusat-pusat pendidikan Islam itu. Salah satu pusat pendidikan itui adalah College Islam Yongin di Gyungi-do. Di komplek Masjid Central Seoul juga terdapat pusat pendidikan Islam.

Tentunya, warga Muslim Korea Selatan tak akan pernah melupakan jasa besar dua tentara asal Turki yang mengenalkan agama Allah dan risalah terakhir ilahi ini kepada mereka.
6641601_d5c233bdb8
37 pasukan Korsel di Irak Masuk Islam

Islam is not the Enemy
Sebanyak 37 pasukan Korsel dari 3.600 prajurit yang ditugaskan ke Iraq mengaku telah memeluk Islam secara sukarela. Mereka beramai-ramai bersahadat di masjid jami’e2’80’99 Soul. Bedanya dengan tentara sekutu pimpinan Amerika Serikat (AS) yang bertugas di Iraq yang banyak menimbulkan masalah dengan warga lokal, pasukan Korea Selatan yang dikirim ke bekas negeri 1001 malam itu justru menemukan Islam.

“Mereka, yang masuk Islam, itu pernah belajar bahasa Arab ketika kuliah dan bepergian ke Timur Tengah,” tutur Humas Militer Korsel Kapten Lee Yun-se. Lee menyambut baik langkah mereka. Sebab, hal itu akan sangat membantu keberadaan pasukan Korsel di Iraq.

Bedanya dengan pasukan AS, sebelumnya, sebelum diberangkan ke Iraq, para prajurit Korsel itu diwajibkan mempelajari kultur dan kebiasaan bangsa Arab dan budaya Islam. Saat itulah, 37 orang tersebut menyatakan niatnya menjadi muslim. “37tentara itu, dengan sukarela, memperdalam Islam di Masjid Seoul dan kemudian berpindah agama,” imbuh Lee.

Para tentara mualaf tersebut menyatakan diri sebagai Islam dibimbing Pemimpin Ulama Seoul Sulaiman Lee Haeng-lae. Menurut Sulaiman, langkah para tentara itu akan mempermudah kontingen Korsel yang dikirim ke Iraq.

“Orang Iraq akan menjadi teman Anda selamanya,” imbuhnya kepada para tentara usai mengucap syahadat. Sebelumnya, di antara ratusan serdadu Korsel itu, empat orang muslim.

“Memang islam itu tinggi dan tiada yang lebih tinggi daripada Islam” (Al Hadist)…..LVE Islam….
Sumber:

http://agama.infogue.com/geliat_islam_di_korea_selatan

http://www.indoforum.org/showthread.php?t=48913

Artikel Terkait:

http://agama.infogue.com/

Reply With Quote

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.