
JAKARTA – Islamic Financial Service Board atau Dewan Layanan Keuangan Islam (IFSB) pada awal tahun 2009 nanti, tepatnya 13-14 Januari, akan menyelenggarakan seminar pertama kali di Korea dengan topik utama “Keuangan Islami’.
Seminar yang akan diselenggarakan bersama Komisi Pengawasan Keuangan Korea, bertujuan menciptakan kesadaran akan keuangan Islami, sesuatu yang masih agak asing di kalangan komunitas keuangan, sekaligus menggarap potensi di negeri gingseng tersebut.
Menurut rilis pers yang diterima Republika Online melalui sekretariat IFSB, seminar nanti akan mendiskusikan lima tema besar yang dibagi tiga tema di hari pertama dan dua tema di hari kedua seminar.
Tiga tema untuk seminar tanggal 13 Januari yakni, ulasan mengenai Industri Layanan Keuangan Islam (IFSI) dari prespektif regulator, masalah operasional dan struktur bisnis untuk mengawali unit layanan keuangan Islami, dan isu terkini dalam IFSI yang terkait syariah, legal dan peringkat.
Sedangkan di hari kedua, peserta seminar akan diajak lebih jauh mendalami layanan keuangan Islami melalui studi kasus dan penerbitan Sukuk, dan karena seminar tersebut dilaksanakan di Korea, maka tema terakhir menyoal tentang tantangan dan kesempatan keuangan Islami di negara tersebut.
Pembicara yang direncanakan hadir mengisi seminar memiliki latar belakang pemegang kunci dan posisi penting dalam keuangan. Di antaranya, Rifaat Ahmed Abel Karim, sekretaris jenderal IFSB, Tai Boon Leong, direktur eksekutif Otoritas Moneter Singapura, Etsuaki Yoshida, tokoh perbankan Jepang, Manfred Dirrheimer, Kepala Grup FWU, Jerman, David Testa, CEO Gatehouse Bank dari Inggris, dan banyak lagi.
Melihat tema yang disodorkan dan para pembicara, seminar ini memang menargetkan para penentu kebijakan, lembaga pengawas keuangan, pelaku keuangan, para pengusaha kunci, dan akademisi sebagai peserta. Sebab merekalah yang akan memfasilitasi industri keuangan Islam global ke depan.
Apalagi sistem keuangan Islami menjadi salah satu sektor yang tumbuh cepat dalam industri keuangan global. Industri perbankan Islam yang telah mulai hampir tiga dekade lalu telah menciptakan pertumbuhan nyata dan menarik perhatian investor dan bankir di seluruh dunia.
Saat ini ada sekitar 300 perbankan dan institusi keuangan Islami yang tersebar di seluruh dua dengan prediksi perkembangan total aset mencapai 1 triliun dolar pada tahun 2013 nanti.
Alasan itu pula yang membuat IFSB merasa perlu menyelenggarakan seminar di Korea, terutama bagi yang ingin berkerjasama dengan pemain besar pasar, perusahaan multi-nasional, dan aktivitas alih perbatasan yang beralih pada tren keuangan Islami.
Hal menariknya, partisipasi dari seminar tak dipungut biaya, alias gratis. Untuk ikut cukup mendaftar saja. Hanya saja karena tempat terbatas, maka siapa cepat dia dapat. Menurut panitia pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui situs mereka www.ifsb.org/korea. /it