Archives

All posts for the day September 10th, 2009

Ramadhan di Korea Selatan, Masjid Sentral Penuh dengan Jamaah

Published September 10, 2009 by thiara0910

Seid Issdram asal Maroko, bekerja di dekat Provinsi Gyeonggi. Ia harus menempuh perjalanan sekitar satu setengah jam setiap hari ke kota Seoul agar bisa menjalankan salat tarawih berjamaah di Masjid Sentral.
muslimkorea
Seperti masyarakat Muslim lainnya di seluruh dunia, warga Muslim di Korea Selatan mengisi ibadah puasa Ramadhan dengan memperbanyak membaca al-Quran dan berkumpul di masjid-masjid, terutama pada petang hari menjelang berbuka puasa sampai pelaksanaan salat tarawih.

Pemandangan seperti ini terlihat di Masjid Sentral yang terletak di jantung kota Seoul, ibukota Korea Selatan. Setiap petang masjid ini dipadati ratusan jamaah dari berbagai usia, baik warga Muslim Korea maupun warga negara asing. Saking banyaknya, jamaah bahkan meluber sampai ke luar gedung masjid, sehingga tak jarang mengundang perhatian warga lokal.

Seorang jamaah bernama Zain, asal Pakistan mengatakan, ia selalu menyempatkan diri datang ke Masjid Sentral meski untuk itu ia harus menutup tokonya di kawasan Itaetown. Jamaah lainnya, Seid Issdram asal Maroko yang bekerja di dekat Provinsi Gyeonggi. Ia harus menempuh perjalanan sekitar satu setengah jam setiap hari ke kota Seoul agar bisa menjalankan salat tarawih berjamaah di Masjid Sentral.

Suasana akrab penuh persaudaraan begitu terasa, para jamaah yang datang meski tak saling kenal saling mengucapkan salam. Tak ketinggal para Muslimah berjilbab, banyak juga yang datang ke masjid sementara anak-anak mereka dibiarkan bermain di halaman masjid.

Menurut data Korea Muslim Federation (KMF) yang dibentuk sejak tahun 1967, di Korea Selatan terdapat 120.000-130.000 Muslim, baik dari orang Korea asli maupun warga negara asing. Imigran Muslim di Korea Selatan, kebanyakan berasal dari Pakistan dan Bangladesh. Sementara warga Korea asli yang memeluk Islam jumahnya sekitar 35.000 orang.

Meski demikian, masih banyak masyarakat Korea yang tidak mengetahui bahwa saat ini umat Islam sedang menjalankan ibadah puasa bulan Ramadhan, ibadah puasa yang hukumnya wajid bagi umat Islam.

Seorang remaja Muslim bernama Ahn Tae-hwan bercerita, teman-temannya sering bertanya mengapa ia tidak makan apapun selama beberapa hari ini. Tae-hwan tidak mengatakan bahwa ia sedang puasa bulan Ramadhan, tapi menjawab pertanyaan teman-temannya itu dengan mengatakan bahwa ia sedang diet.

Pemuda Muslim bernama Sun Ju-young mengaku kesulitan untuk memberikan pemahaman pada teman-temannya mengapa ia tidak makan daging babi atau tidak minum alkohol, ketika ia dan teman-temannya sedang jalan-jalan bersama. Teman-teman Ju-young berpikir bahwa ia alergi dengan makanan-makanan itu.

Ali Ahmad, mahasiswa asal Mesir yang sedang kuliah di Seoul National University mengungkapkan, masyarakat Korea tidak banyak tahu tentang Islam. Muslim lainnya, Seid menambahkan, “Banyak orang-orang Korea yang berpandangan negatif pada Muslim, karena sering melihat pemberitaan-pemberitaan tentang terorisme.”

Pendapat itu dibenarkan Lee Ju-hwa, Sekretaris Jenderal KMF. “Masyarakat Korea selayaknya tidak berprasangka buruk terhadap Muslim dan mengakui fakta bahwa Muslim adalah bagian dari masyarakat Korea yang hidup dan bekerja di satu negara yang sama, ” ujarnya. (ln/iol)

sumber : http://www.eramuslim.com/berita/ramadhan-mancanegara

Geliat Islam Di Korea Selatan

Published September 10, 2009 by thiara0910

Terletak di kawasan timur Asia, Korea Selatan adalah negeri dengan penduduk yang menganut banyak agama dan kepercayaan. Dengan luas wilayah 99.274 km² dan populasi 48.539.493 sensus (hasil tahun 2006) Korea selatan masuk dalam daftar negara Asia Timur yang maju secara ekonomi dan industri.

Korea Selatan dengan ibukota Seoul secara geografis terletak di Semenanjung Korea, di wilayah Asia Timur. Di sebelah utara, negara ini berbatasan dengan Korea Utara. Dua Korea sebelum tahun 1948 adalah satu negara. Jepang berada di seberang Laut Jepang (disebut “Laut Timur” oleh orang-orang Korea) dan Selat Korea berada di bagian tenggara.

Pendapatan perkapita di negara ini di atas 17 ribu USD dan berarti masuk dalam kategori negara dengan ekonomi stabil. Korea Selatan dikenal sebagai salah satu dari empat Macan Asia Timur. Negara ini telah mencapai rekor pertumbuhan memukau yang membuatnya menempati posisi ekonomi terbesar ke-12 di seluruh dunia. Padahal berakhirnya PDII, PDB per kapita kira-kira sama dengan negara miskin lainnya di Afrika dan Asia. Kondisi itu diperparah dengan meletusnya Perang Korea. Namun kini PDB per kapita kira-kira 20 kali lipat dari Korea Utara dan sama dengan ekonomi-ekonomi menengah di Uni Eropa. Tahun 2004, Korea Selatan bergabung dengan klub dunia ekonomi trilyun dolar.

Korea Selatan merupakan pemimpin dalam akses internet kecepatan-tinggi, semikonduktor memori, monitor layar-datar dan telepon genggam. Dari sisi industri Korea Selatan menempati urutan pertama dalam pembuatan kapal, ketiga dalam produksi ban, keempat dalam serat sintetis, kelima dalam otomotif dan keenam dalam baja. Secara lahiriyah, negara ini boleh dibilang makmur dengan pendapatan perkapita yang tinggi, tingkat pengangguran rendah, dan pendistribusian pendapatan yang relatif merata.

Di tengah gemerlap materi, di Korea Selatan Islam mulai tumbuh dan dikenal. Agama ilahi yang dibawa oleh utusan Allah terakhir, Rasulullah Muhammad SAW, ini mulai menapakkan kaki di Korea Selatan di saat negeri itu dilanda perang. Islam dikenalkan kepada warga sana oleh dua tentara asal Turki bernama Zubercoch dan Abdul Rahman yang ikut dalam barisan pasukan penjaga perdamaian di bawah payung PBB. Beberapa warga Korea yang tinggal di kamp-kamp penampungan berikrar masuk Islam setelah mendengarkan penjelasan dari kedua tentara Turki itu.

Kini dakwah Islam dan perkembangan agama suci ini di Korea Selatan cukup pesat. Itu terlihat dari mulai banyaknya masjid-masjid dan mushalla yang berdiri di sana. Ahmad Cho Min-Haeng, Wakil Ketua Persatuan Islam Korea (KMF) menyatakan cukup bangga dengan perkembangan Islam di negaranya. Saat ini sekitar 10 masjid dan lebih dari 50 mushalla telah berdiri di negeri yang baru disinggahi oleh Islam sekitar 60 tahun lalu. Menurutnya, jumlah warga Muslim di Korea Selatan mencapai sekitar 100 ribu jiwa. Mereka hidup di sebuah negeri yang 50 persen warganya tidak beragama, sementara 23 persen memeluk agama Budha.

Ahmad menjelaskan bahwa sebagian masjid dibangun oleh para pendatang dari negara Arab, Pakistan dan Bangladesh. Dengan adanya masjid, identitas warga Muslim di negeri ini dapat diketahui dan masjid sebagai lambang keagungan Islam dan kekuatan umat menjadi pusat rujukan masyarakat Muslim yang ingin menanyakan masalah agama. Di kota-kota besar seperti Busan, Ansan, Paju, Bupyeong dan Jeonju dapat dijumpai masjid. Masjid juga dibangun di Central Seoul di Itaewon.

Selain masjid, warga Muslim Korea Selatan juga mendirikan pusat-pusat pendidikan Islam. Bagi warga Muslim yang ikngin mendalami ajaran agamanya, dapat mengunjungi pusat-pusat pendidikan Islam itu. Salah satu pusat pendidikan itui adalah College Islam Yongin di Gyungi-do. Di komplek Masjid Central Seoul juga terdapat pusat pendidikan Islam.

Tentunya, warga Muslim Korea Selatan tak akan pernah melupakan jasa besar dua tentara asal Turki yang mengenalkan agama Allah dan risalah terakhir ilahi ini kepada mereka.
6641601_d5c233bdb8
37 pasukan Korsel di Irak Masuk Islam

Islam is not the Enemy
Sebanyak 37 pasukan Korsel dari 3.600 prajurit yang ditugaskan ke Iraq mengaku telah memeluk Islam secara sukarela. Mereka beramai-ramai bersahadat di masjid jami’e2’80’99 Soul. Bedanya dengan tentara sekutu pimpinan Amerika Serikat (AS) yang bertugas di Iraq yang banyak menimbulkan masalah dengan warga lokal, pasukan Korea Selatan yang dikirim ke bekas negeri 1001 malam itu justru menemukan Islam.

“Mereka, yang masuk Islam, itu pernah belajar bahasa Arab ketika kuliah dan bepergian ke Timur Tengah,” tutur Humas Militer Korsel Kapten Lee Yun-se. Lee menyambut baik langkah mereka. Sebab, hal itu akan sangat membantu keberadaan pasukan Korsel di Iraq.

Bedanya dengan pasukan AS, sebelumnya, sebelum diberangkan ke Iraq, para prajurit Korsel itu diwajibkan mempelajari kultur dan kebiasaan bangsa Arab dan budaya Islam. Saat itulah, 37 orang tersebut menyatakan niatnya menjadi muslim. “37tentara itu, dengan sukarela, memperdalam Islam di Masjid Seoul dan kemudian berpindah agama,” imbuh Lee.

Para tentara mualaf tersebut menyatakan diri sebagai Islam dibimbing Pemimpin Ulama Seoul Sulaiman Lee Haeng-lae. Menurut Sulaiman, langkah para tentara itu akan mempermudah kontingen Korsel yang dikirim ke Iraq.

“Orang Iraq akan menjadi teman Anda selamanya,” imbuhnya kepada para tentara usai mengucap syahadat. Sebelumnya, di antara ratusan serdadu Korsel itu, empat orang muslim.

“Memang islam itu tinggi dan tiada yang lebih tinggi daripada Islam” (Al Hadist)…..LVE Islam….
Sumber:

http://agama.infogue.com/geliat_islam_di_korea_selatan

http://www.indoforum.org/showthread.php?t=48913

Artikel Terkait:

http://agama.infogue.com/

Reply With Quote

all about Korea

Published September 10, 2009 by thiara0910

Sejarah Korea Selatan

Tahun 1995 adalah tahun yang sangat berarti bagi seluruh rakyat Korea, tahun tersebut merupakan ulang tahun ke 15 kemerdekaan bangsa ini dari penjajahan Jepang. 46 tahun rakyat Korea menderita atas kebiadapan Jepang dan kemerdekaan bukan hanya bearti sekedar terlepas dari penindasan secara pisik tetapi juga secara mental, ideologi dan lain-lain.

Suatu kesempatan untuk memperkenalkan negara ini keseluruh dunia dan memulihkan kebanggaan terhadap Sejarah Korea.

Dalam memperingati kesempatan yang berbahagia(penting) ini, KBS, sebagai suatu badan penyiaran publik yang mewakili Korea dengan bangga menerbitkan buku Sejarah Korea. Buku tersebut ditulis sedemikian rupa hingga dapat dipahami oleh pembaca dari berbagai negara dan dengan disain yang dapat diterima, jujur dan objektif.

Korea adalah negara kebanggan dengan tradisi dan budayanya yang unik dan mempunyai sejarah lebih dari 5000 tahun. Hasil beberapa penelitian memperlihatkan banyak masyarakat internasional yang tidak memahami sejarah Korea dengan benar dan informasi tentang sejarah tersebut masih relatif langka. Tujuan dari buku ini adalah untuk menaggulangi hal tersebut hingga sejarah Korea dapat dipahami dengan baik.

Buku tersebut berisikan tinjuan sejarah Korea secara luas dan menyeluruh dari zaman purbakala sampai sekarang dan diterbitkan melalui kerja sama KBS dan Institut Nasional Pendidikan Internasional Dan Pembangunan Departemen Pendidikan Korea. Diharapkan para pembaca dapat memahami penyajian sejarah Korea dengan mudah dan objektif. Kita berharap semoga buku sejarah tersebut dapat menjadi pedoman yang berguna untuk para sahabat kita dari berbagai pelosok dunia yang ingin lebih banyak tahu tentang “ Negeri pagi yang damai ini”.

Terimakasih.

Pakaian Adat Korea

korea-entertainment-016

Hanbok (Korea Selatan) atau Chosŏn-ot (Korea Utara) adalah pakaian tradisional masyarakat Korea. Hanbok pada umumnya memiliki warna yang cerah, dengan garis yang sederhana serta tidak memiliki saku. Walaupun secara harfiah berarti “pakaian orang Korea”, hanbok pada saat ini mengacu pada “pakaian gaya Dinasti Joseon” yang biasa dipakai secara formal atau semi-formal dalam perayaan atau festival tradisional.

Beberapa elemen dasar hanbok pada saat ini seperti jeogori atau baju, baji (celana) dan chima(rok) diduga telah dipakai sejak waktu yang lama, namun pada zaman Tiga Kerajaanlah pakaian sejenis ini mulai berkembang. Lukisan pada situs makam Goguryeo menunjukkan gambar laki-laki dan wanita pada saat itu memakai celana panjang yang ketat dan baju yang berukuran sepinggang. Struktur tersebut sepertinya tidak banyak berubah sampai saat ini.

Pada akhir masa Tiga Kerajaan, wanita dari kalangan bangsawan mulai memakai rok berukuran panjang dan baju seukuran pinggang yang diikat di pinggang dengan celana panjang yang tidak ketat, serta memakai jubah seukuran pinggang dan diikatkan di pinggang.

Pada masa ini, pakaian berbahan sutra dari Tiongkok (Dinasti Tang) diadopsi oleh anggota keluarga kerajaan dan pegawai kerajaan. Ada yang disebut Gwanbok, pakaian tradisional untuk pegawai kerajaan pada masa lalu

Pada masa Dinasti Joseon, jeogori wanita secara perlahan menjadi ketat dan diperpendek. Pada abad ke-16, jeogori agak menggelembung dan panjangnya mencapai di bawah pinggang. Namun pada akhir abad ke-19, Daewon-gun memperkenalkan Magoja, jaket bergaya Manchu yang sering dipakai hingga saat ini.

Chima pada masa akhir Joseon dibuat panjang dan jeogori menjadi pendek dan ketat. Heoritti atau heorimari yang terbuat dari kain linen difungsikan sebagai korset karena begitu pendeknya jeogori.

Kalangan atas memakai hanbok dari kain rami yang ditenun atau bahan kain berkualitas tinggi, seperti bahan yang berwarna cerah pada musim panas dan bahan kain sutra pada musim dingin. Mereka menggunakan warna yang bervariasi dan terang. Rakyat biasa tidak dapat menggunakan bahan berkualitas bagus karena tidak sanggup membelinya.

Umumnya dahulu kaum laki-laki dewasa mengenakan durumagi (semacam jaket panjang) saat keluar rumah.

Baik pria maupun wanita memelihara rambut mereka menjadi panjang. Pada saat mereka menikah, mereka mengkonde rambutnya. Pria mengkonde (mengikat) rambutnya sampai atas kepala sangtu, sedangkan wanita mengkonde sampai batas di belakang kepala atau di atas leher belakang. Wanita berkedudukan sosial tinggi seperti kisaeng, memakai aksesori wig yang disebut Gache. Gache sempat dilarang di istana pada abad ke-18. Pada akhir abad ke-19, gache semakin populer di antara kaum wanita dengan bentuk yang semakin besar dan berat. Jokduri, jenis gache yang lebih kecil.

Tusuk konde binyeo, ditusukkan melewati konde rambut sebagai penguat atau aksesori. Bahan pembuatan binyeo bervariasi sesuai kedudukan sosial pemakainya. Wnita juga mengenakan jokduri pada hari pernikahan mereka dan memakai ayam untuk melindungi tubuh dari cuaca dingin.

Pria menggunkan gat, topi dari rambut kuda, yang juga bervariasi sesuai status atau kelas

Tahun Baru Korea

Tahun Baru Korea (Korea: seolnal; hangul: 설날 atau Gujeong 구정, hanja: 舊正) adalah hari pertama dalam kalender lunar (kalender Korea). Seollal adalah hari raya rakyat Korea yang paling besar dan juga paling penting. Seollal terbagi dalam perayaan-perayaan meriah. Hari libur seollal berlangsung selama 3 hari. Seollal dianggap rakyat Korea lebih penting daripada hari tahun baru kalender Gregorian.[1] Walaupun tidak terlalu populer, istilah Seollal juga berarti Yang-nyeok Seollal (양력설날, tahun baru kalender Gregorian) yang disebut Shinjeong (hangul: 신정).

Tahun baru Korea jatuh pada tanggal yang sama dengan tahun baru Imlek, kecuali ketika bulan baru muncul antara jam 15:00 UTC (tengah malam waktu Korea) dan 16:00 UTC (tengah malam waktu Tiongkok). Dalam kasus ini (rata-rata terjadi 24 tahun sekali), bulan baru akan muncul “keesokan harinya” di Korea dibanding di Tiongkok, dan Seollal akan dirayakan sehari setelah Imlek di Tingkok.

Ritual

Seollal adalah tahun baru untuk semua keluarga. Warga Korea merayakannya dengan memakai hanbok. Orang yang berada di kota besar berduyun-duyun mudik (pulang kampung) untuk menemui orangtua atau saudara yang tinggal di kota asal atau pedesaan. Pada saat ini biasanya jalan-jalan di kota besar seperti Seoul akan macet total. Pada pagi harinya mereka akan pergi sembahyang ke makam orangtua yang sudah meninggal untuk memberi hormat.

Di hari seollal juga banyak masyarakat Korea yang pergi berwisata ke daerah-daerah seperti ke Gangneung dan Donghae di propinsi Gangwon di pesisir timur untuk menyaksikan terbitnya matahari pertama di tahun baru

Sebae

Sebae adalah cara memberi hormat kepada orang tua atau kakek dan nenek pada hari tahun baru. Anak-anak mengunjungi orang tua mereka dan mengucapkan salam tahun baru sambil membungkukkan badan “saehae bok manhi badeuseyo” (새해 복 많이 받으세요) yang artinya semoga mendapat banyak keberuntungan tahun baru. Orangtua lalu memberi anak-anak mereka angpao (saebaetdon). Dulu orang tua ada yang memberikan ddeok dan buah-buahan.[3].

Permainan tradisional

Banyak orang bermain permainan tradisional seperti Yut, permainan kartu Go-Stop, gasing, layangan dan jaegi chagi. Perempuan bermain nurtwigi, permainan melompat dari jungkat-jungkit.

——————————————————————————————–

Republik Korea (bahasa Korea: Daehan Minguk (Hangul: 대한 민국; Hanja: 大韓民國); bahasa Inggris: Republic of Korea/ROK) biasanya dikenal sebagai Korea Selatan, adalah sebuah negara di Asia Timur yang meliputi bagian selatan Semenanjung Korea. Di sebelah utara, Republik Korea berbataskan Korea Utara, di mana keduanya bersatu sebagai sebuah negara hingga tahun 1948. Jepang berada di seberang Laut Jepang (disebut “Laut Timur” oleh orang-orang Korea) dan Selat Korea berada di bagian tenggara. Negara ini dikenal dengan nama Hanguk (한국; 韓國) oleh penduduk Korea Selatan dan disebut Namchosŏn (남조선; 南朝鮮; “Chosŏn Selatan”) di Korea Utara. Ibu kota Korea Selatan adalah Seoul (서울).

450px-rokseoulskyline

Ekonomi Korea

Sebagai salah satu dari empat Macan Asia Timur, Korea Selatan telah mencapai rekor pertumbuhan yang memukau, membuat Korea Selatan ekonomi terbesar ke-12 di seluruh dunia. Setelah berakhirnya PDII, PDB per kapita kira-kira sama dengan negara miskin lainnya di Afrika dan Asia. Kemudian Perang Korea membut kondisi semakin parah. Sekarang PDB per kapita kira-kira 20 kali lipat dari Korea Utara dan sama dengan ekonomi-ekonomi menengah di Uni Eropa. Pada 2004, Korea Selatan bergabung dengan “klub” dunia ekonomi trilyun dolar.

Kesuksesan ini dicapai pada akhir 1980-an dengan sebuah sistem ikatan bisnis-pemerintah yang dekat, termasuk kredit langsung, pembatasan impor, pensponsoran dari industri tertentu, dan usaha kuat dari tenaga kerja. Pemerintah mempromosikan impor bahan mentah dan teknologi demi barang konsumsi dan mendorong tabungan dan investasi dari konsumsi. Krisis Finansial Asia 1997 membuka kelemahan dari model pengembangan Korea Selatan, termasuk rasio utang/persamaan yang besar, pinjaman luar yang besar, dan sektor finansial yang tidak disiplin.

Pertumbuhan jatuh sekitar 6,6% pada 1998, kemudian pulih dengan cepat ke 10,8% pada 1999 dan 9,2% pada 2000. Pertumbuhan kembali jatuh ke 3,3% pada 2001 karena ekonomi dunia yang melambat, ekspor yang menurun, dan persepsi bahwa pembaharuan finansial dan perusahaan yang dibutuhkan tidak bertumbuh. Dipimpin oleh industri dan konstruksi, pertumbuhan pada 2002 sangat mengesankan di 5,8%.

Korea Selatan yang dianggap tidak stabil pada 1960-an, saat ini telah beruabah menjadi negara industri utama dalam kurang dari 40 tahun.

Pada 2005, di samping merupakan pemimpin dalam akses internet kecepatan-tinggi, semikonduktor memori, monitor layar-datar dan telepon genggam, Korea Selatan berada dalam peringkat pertama dalam pembuatan kapal, ketiga dalam produksi ban, keempat dalam serat sintetis, kelima dalam otomotif dan keenam dalam baja. Negara ini juga dalam peringkat ke-12 dalam PDB nominal, tingkat pengangguran rendah, dan pendistribusian pendapatan yang relatif merata.

geografi

Luas Korea Selatan adalah 99.274 km², lebih kecil dibanding Korea Utara. Keadaan topografinya sebagian besar bergunung-gunung dan tidak rata. Pegunungan di wilayah timur umumnya menjadi hulu sungai-sungai besar, seperti sungai Han dan sungai Naktong. Sementara wilayah barat merupakan bagian rendah yang terdiri dari daratan pantai yang berlumpur. Di wilayah barat dan selatan yang terdapat banyak teluk terdapat banyak pelabuhan yang baik seperti Incheon, Yeosu, Gimhae, dan Busan.

Iklim

Iklim Korea selatan dipengaruhi oleh iklim dari daratan Asia dan memiliki 4 musim. Musim panas di Korea selatan yang dimulai bulan Juni bisa mencapai temperatur 40 derajat celcius (di kota Daegu), yang ditandai dengan datangnya musim hujan yang jatuh pada akhir bulan Juli sampai Agustus di seluruh bagian semenanjung. Sementara temperatur musim dinginnya rata-rata dapat jatuh pada suhu sejauh minus 10 derajat celcius di beberapa propinsi. Korea Selatan juga rentan akan serangan angin taifun yang menerjang selama bulan musim panas dan musim gugur. Beberapa tahun belakangan ini Korea selatan juga sering dilanda badai pasir kuning yang dibawa dari gurun gobi di Cina yang juga melanda Jepang dan sejauh Amerika Serikat

Tenaga Kerja Asing

Perkembangan ekonomi Korea Selatan yang sangat pesat tidak lepas dari banyaknya pekerja asing di Korea Selatan untuk bekerja di sektor-sektor industri menengah dan kecil yang menjadi motor penggerak industri besar.

Chaebol

Salah satu hal yang unik dalam ekonomi Korea Selatan adalah peranan chaebol (konglomerat) yang mendominasi sejak lama dan kebanyakan didirikan setelah Perang Korea. Pada 1995, di antara 30 atas chaebol, empat grup teratas Hyundai, Samsung, Daewoo, dan LG. Pada 2003, hanya 4 dari 18 chaebol terbesar tetap berjalan. Namun, mereka tetap mendominasi aktivitas ekonomi..

Chaebol Korea Selatan sering dibandingkan dengan keiretsu Jepang. Perbedaannya adalah chaebol Korea masih dipegang oleh keluarga pendiri, tidak seperti keiretsu, yang dijalankan oleh manajer perusahaan profesional. Perbedaan kedua adalah pemerintah mencegah chaebol memiliki bank pribadi, sedangkan Keiretsu bekerja sama dengan bank tertentu, memberikan perusahaan tersebut mencari kredit yang tidak terbatas.

Provinsi dan Kota-Kota

Korea Selatan terdiri dari 1 Kota Khusus (Teukbyeolsi; 특별시; 特別市), 6 Kota Metropolitan (Gwangyeoksi; 광역시; 廣域市), dan 9 Provinsi (do; 도; 道). Nama-nama di bawah ini diberikan dalam bahasa Inggris, Alihaksara yang Disempurnakan, Hangul, dan Hanja.

* Kota Istimewa/Khusus Seoul

300px-rokprovinces

* Kota Metropolitan

* Kota Metropolitan Busan (Busan Gwangyeoksi; 부산 광역시; 釜山廣域市)

* Kota Metropolitan Daegu (Daegu Gwangyeoksi; 대구 광역시; 大邱廣域市)

* Kota Metropolitan Incheon (Incheon Gwangyeoksi; 인천 광역시; 仁川廣域市)

* Kota Metropolitan Gwangju (Gwangju Gwangyeoksi; 광주 광역시; 光州廣域市)

* Kota Metropolitan Daejeon (Daejeon Gwangyeoksi; 대전 광역시; 大田廣域市)

* Kota Metropolitan Ulsan (Ulsan Gwangyeoksi; 울산 광역시; 蔚山廣域市)

* Provinsi

* Provinsi Gyeonggi (Gyeonggi-do; 경기도; 京畿道)

* Provinsi Gangwon (Gangwon-do; 강원도; 江原道)

* Provinsi Chungcheong Utara (Chungcheongbuk-do; 충청 북도; 忠清北道)

* Provinsi Chungcheong Selatan (Chungcheongnam-do; 충청 남도; 忠清南道)

* Provinsi Jeolla Utara (Jeollabuk-do; 전라 북도; 全羅北道)

* Provinsi Jeolla Selatan (Jeollanam-do; 전라 남도; 全羅南道)

* Provinsi Gyeongsang Utara (Gyeongsangbuk-do; 경상 북도; 慶尚北道)

* Provinsi Gyeongsang Selatan (Gyeongsangnam-do; 경상 남도; 慶尚南道)

* Provinsi Jeju (Jeju-do; 제주도; 濟州道)

Kampung Cina di Korea

kampung cina dikorea
kampung cina dikorea

Daerah Sunrin, kabupaten Jung-gu, provinsi Incheon, Korea, terletak di Korea, namun daerah ini lebih banyak memancarkan nuansa khas Cina, sehingga terkenal dengan nama Kampung Cina yang merupakan satu-satunya di Korea untuk sekitar 5 ratus warga Cina agar dapat menempuh kehidupan seperti di daratan Cina.

Acara mingguan Tirai Budaya Korea edisi kali ini akan mengundang anda ke Kampung Cina di daerah Incheon yang diselimuti nafas keturunan Cina.

kalau di indonesia mungkin di kota wisata cibubur,,

Arirang Daerah Jungsun yang Mengisahkan Kesedihan

Arirang Daerah Jungsun yang Mengisahkan Kesedihan
Arirang Daerah Jungsun yang Mengisahkan Kesedihan

Arirang adalah salah satu kesenian tradisional rakyat Korea yang merupakan lagu yang melambangkan emosi dan perasaan bagi rakyat Korea dengan baik. Di seluruh daerah terdapat lagu Arirang yang khas dan banyak masyarakat yang mampu menyanyikan Arirang dengan baik.

Seperti itulah, lagu Arirang banyak mendapat perhatian dari masyarakat Korea sebagai lagu untuk menghiburkan kesengsaraan dan kesedihan bagi rakyat jelata di negeri ginseng ini.

Dari sekian banyak Arirang asal berbagai daerah, Milyang Arirang yang dinyanyikan di provinsi Gyeongsang Selatan, Jindo Arirang di provinsi Cheola dan Jungsun Arirang yang tersebar luas di provinsi Gangwon, disebut sebagai 3 Arirang utama di Korea. Di antaranya, Jungsun Arirang dinilai sebagai Arirang yang mempertunjukkan bahasa musik yang paling setia dan paling indah bagi raykat Korea.

Nah, kalau begitu, mari kita bersama-sama menapaki perjalanan ke daerah Jungsun untuk mencari suara Jungsun berdasarkan Arirang.
korea-entertainment-016

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.